Karier & Keuangan
  Yang Hangat
  Anda & Dia
  Rumah
  Tips
  Forum








 
Yang Hangat 

  Yuk, Ciptakan ‘kantor hijau’

 
 


Mother earth is getting warmer
Climate change is tragedy for all
Together we must answer
Don’t let it destroy our lives


Begitulah sepenggal lirik dari lagu Save Our Planet yang diciptakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menjawab tantangan perubahan iklim ini memang perlu dilakukan bersama-sama.
Berikut ini sejumlah hal kecil yang bisa kita lakukan, agar kantor kita (dan tentunya dunia) makin nyaman:

1. Maksimalkan teknologi
Makin banyak memanfaatkan fasilitas online, makin sedikit kertas yang Anda gunakan. Buatlah undangan rapat berbentuk e-mail. Sampaikan notulen rapat, evaluasi kerja, atau laporan kerja yang resmi, melalui e-mail.  File data pun tak perlu disimpan dalam bentuk hard copy. Simpan semua data Anda di komputer. Buatlah backup data di USB atau CD. Mesin fotokopi dan mesin fax juga sebaiknya mulai dijauhi sedikit demi sedikit. Jika ingin mengirimkan informasi dari suatu majalah, koran, atau dari sesuatu yang berbentuk hard copy, lebih baik scan dan kirim lewat e-mail.

2. Kalau terpaksa pakai kertas…
Memang agak sulit menghilangkan kertas dari keseharian kita di kantor. Tapi, secara bertahap, bisa dikurangi, kok. Manfaatkan setting printer yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, gunakan setting ’pages per sheet’. Jika setting itu Anda isi angka 2, berarti dalam satu halaman kertas, akan tercetak dua halaman file ketik sekaligus. Jangan lupa, cetaklah di dua sisi kertas. Kalau sudah telanjur punya banyak kertas yang hanya dipakai di satu sisi, manfaatkan sebagai kertas memo.

3. Makan siang di tempat
Akan sangat memudahkan jika kantor menyediakan makan siang, sehingga Anda tak perlu jajan di luar. Atau, membawa makan siang sendiri juga merupakan ide bagus. Asalkan, memakai wadah permanen. Kalaupun ingin jajan, akan lebih baik jika Anda makan di tempat tersebut. Di sana Anda akan makan dengan peralatan yang bisa dipakai berulang-ulang, bukan yang sekali pakai buang. Membeli makanan dan menyantapnya di kantor, malah akan membuat sampah makin bertumpuk. Alternatif yang lebih sehat, jika ingin jajan, bawalah sendiri wadah Anda. Jika ditawari peralatan makan plastik, tolaklah dengan halus.

4. Kurangi lembur
Sejak pukul 9 hingga pukul 17, komputer sudah ’bekerja keras’, memproses data yang Anda masukkan. AC pun tak pernah berhenti ‘memakan’ freon. Bola lampu pun sudah sangat panas, karena sehari penuh tak berhenti menerangi ruangan. Dalam durasi waktu 8 jam (atau bahkan lebih, tergantung jam kantor), alat-alat elektronik ini telah menyerap banyak energi. Berarti, kalau Anda lembur sampai tengah malam, barang-barang elektronik ini akan menyerap energi lebih banyak lagi. Apalagi, jika satu saklar yang dihubungkan dengan 20 lampu sekaligus. Sebenarnya, akan lebih hemat, jika satu saklar dibuat untuk satu lampu. Karena, jika hanya Anda yang lembur, yang perlu dinyalakan adalah lampu yang terdekat dengan Anda.

5. Duduk membelakangi jendela
Di siang hari, bukalah tirai jendela, agar sinar matahari menerobos masuk dan membantu penerangan ruangan. Sehingga, pada jam tertentu, lampu ruangan tak perlu dinyalakan. Posisikan kursi membelakangi jendela. Jika kantor Anda berada di lantai satu, Anda malah bisa membuka jendela, agar bisa sekaligus menikmati angin segar. Sehingga, AC bisa dimatikan. Tapi, jangan buka jendela, jika kantor Anda terletak di pinggir jalan raya, yang dipenuhi asap kendaraan.

6. Flush toilet sekali saja
Tangki toilet mempunyai kapasitas penampungan air yang berbeda-beda. Ada yang menampung 9 liter, ada pula yang 15 liter. Sementara, rata-rata orang mandi menghabiskan antara 80 hingga 90 liter air. Tepat sebelum Anda masuk toilet, mungkin seseorang menggunakannya lebih dahulu. Saat ia keluar, Anda akan mendengar gemuruh air mengisi tangki toilet. Saat Anda menggunakan toilet, sebelum menyiram, tunggulah sampai gemuruh air itu mereda dan menghilang sama sekali. Jika tangki belum penuh, Anda cenderung menekan tombol flush lebih dari satu kali. Sehingga, air yang terbuang lebih banyak. Untuk menyiram toilet jongkok, sebaiknya gunakan ember kecil (kira-kira memuat 4 liter) untuk menampung air. Tunggu sampai ember penuh, baru menyiram.

7. Cabutlah semua kabel elektronik
AC dan komputer menyerap listrik dalam jumlah besar. Saat selesai menggunakan peralatan elektronik di kantor, tariklah kabel dari colokan listrik. Sebagian perusahaan, juga memiliki televisi. Jangan biarkan televisi dan komputer ini dalam keadaan standby. Sebab, saat standby pun, peralatan ini tetap menyerap energi.  Memang, sih, repot jika semua kabel dicabut. Kalau malas repot, mintalah satu alat perpanjangan kabel, yang bisa dicoloki beberapa kabel, dan dilengkapi saklar on-off, sehingga lebih praktis.

8. Pakai baterai isi ulang
Sekarang  sudah ada baterai isi ulang. Mungkin, tak banyak peralatan kantor yang menggunakan baterai. Misalnya kalkulator, jam dinding, tape recorder, dan kamera. Dalam satu bulan, berapa baterai yang kita gunakan? Memang, belum banyak jenis dan merek baterai yang bisa diisi ulang. Tapi, beberapa sudah tersedia di pasaran. Dengan alat isi ulang tersebut, penghematan energinya cukup besar.

Masalah berikutnya, janganlah membuang baterai sembarangan, terutama yang berbahan lithium dan nickel-cadnium. Karena, pada dasarnya, baterai merupakan sumber pencemaran. Ada baiknya, baterai bekas itu dikumpulkan, lalu dikembalikan kepada produsen. Merekalah yang akan mengolah limbahnya. Bila terkena air, baterai bisa memproduksi gas hidrogen yang berbahaya.

[Dari femina 3 / 2008]



Send To Friend!
 


 

www.femina.co.id © 2010 Hak Cipta Oleh Femina Online.
Dilarang menyalin/ mempublikasikan/ mengcopy isi website tanpa izin dari pihak Femina Group.
Website Femina Group :