
|

|

|

|
|
|

| |
KENDALIKAN GOSIP DI KANTOR

|
|
| |
Gosip, mau diakui atau tidak, banyak beredar di lingkungan kantor. Tak jarang gosip membuat karyawan resah, yang pada akhirnya mengurangi kinerjanya. Sebagai atasan, bagaimana Anda harus bersikap?
1 Gosip Merger atau Akuisisi Perusahaan
Soal akuisisi merupakan kebijakan tingkat tinggi perusahaan. Artinya, soal merger atau akuisisi ini biasanya hanya dibicarakan dalam tingkat jajaran direktur, sementara mereka yang di posisi manajer, belum tentu diajak bicara.
• Sikap manajer
Jika Anda ditanya soal kebenaran gosip merger atau akuisisi ini, sah saja menjawab tidak mengetahuinya. Kemukakan alasan seperti di atas. Sebagai manajer penting bagi Anda menjaga agar bawahan Anda tidak kehilangan motivasi kerja. Katakan, ”Ada atau tidaknya merger, yang dilihat adalah dari performance kerja. Bila merger benar terjadi, Anda akan tetap dipertahankan pada posisi sekarang karena prestasi yang baik.”
• Persiapan diri
Anda menyiapkan segala data dan penilaian tentang performance para bawahan Anda. Karena, data semacam ini bisa diminta sewaktu-waktu untuk bahan penilaian.
2 Gosip Pengurangan Pegawai
Masa krisis ekonomi seperti saat ini, beberapa perusahaan, untuk tetap mempertahankan eksistensinya, terpaksa melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja). Sebagai manajer, Anda harus mengetahui bahwa efek dari PHK. Bagi yang di-PHK, efeknya pasti tak menyenangkan. Sementara, karyawan yang tidak terkena PHK pun bisa jadi kehilangan semangat kerja sama tim. Selain itu, pekerjaannya pun menjadi makin berat.
• Sikap Manajer
Menurut etika kerja, ketika PHK diberlakukan, memang menjadi kewajiban Anda sebagai atasan langsung, yang menyampaikannya kepada karyawan, bukan HRD. Sampaikan bila sudah ada keputusan resmi. Jika belumi, Anda harus tegas menyampaikan bahwa isu itu belum sampai ke tangan Anda.
• Persiapan diri
Sebagai manajer, Anda harus adil. Persiapkan data akurat tentang produktivitas bawahan. Anda harus memperjuangkan agar mereka menghargai karyawan yang di-PHK, dengan tidak menyalahi aturan PHK yang ditetapkan pemerintah dan menilai berdasarkan kinerjanya.
3 Gosip Promosi dan Mutasi
Kedua proses ini memang sering kali mengundang gosip. Mutasi sering kali dianggap negatif, seolah-olah penyingkiran, sementara promosi lebih positif. Tapi, potensi kecemburuan lebih tinggi, terlebih misalnya kandidat yang akan dipromosikan ini menyangkut bawahan junior dan senior.
• Sikap Manajer
Soal mutasi, jelaskan bahwa Anda memberikan kesempatan bagi seseorang untuk mengetahui hal lain di luar deskripsi pekerjaannya. Untuk promosi, jika yang menanyakan adalah karyawan yang masuk daftar promosi, katakan, “Ya, nama Anda masuk dalam daftar rencana promosi. Tapi, keputusan promosikan belum sampai ke saya. Saya menyarankan agar Anda mempertahankan kinerja dan meningkatkannya.” Bila yang menanyakan adalah karyawan yang tidak dipromosikan, sebaiknya jelaskan dasar-dasar untuk dipromosikan.
• Persiapan diri
Terkadang, sengaja atau tidak, ada sikap subjektif bila promosi menyangkut bawahan. Tunjukkan bahwa promosi itu berdasarkan data performance menurut parameter yang ditetapkan perusahaan.
4 Pengurangan fasilitas
Seperti kurva, ada masanya kondisi perusahaan naik dan ada masanya turun. Ketika masa turun, perusahaan memilih mengurangi berbagai fasilitas untuk menekan beban perusahaan yang tinggi. Manajer pun terkena dampaknya. Sebagai manajer, jelaskan mengapa perusahaan melakukan pengurangan berbagai fasilitas.
• Sikap manajer
Jelaskan tentang kondisi perusahaan yang tertekan. Langkah untuk survive salah satunya melakukan efisiensi dalam perusahaan. Jadi, Anda meminta pengertian agar tak terjadi resistensi.
• Persiapan diri
Anda adalah panutan. Terapkan contoh penghematan yang dicanangkan perusahaan pada diri sendiri.
5 Skandal Keuangan
Skandal keuangan memang sensitif. Korupsi atau mark up keuangan sering terjadi demi keuntungan pribadi. Repotnya jika menyangkut diri Anda, entah dianggap sebagai pelaku atau orang yang terlibat.
• Sikap manajer
Gosip keuangan memang sensitif. Jika tak menyangkut diri atau divisi Anda, sebaiknya biarkan saja. Tapi, jika mengaitkan divisi atau diri Anda, segera selidiki dan kumpulkan informasi yang berkaitan dengan skandal itu. Lalu laporkan pada atasan Anda dan kemukakan data-data Anda. Biarkan atasan yang akan mengklarifikasi gosip itu.
• Persiapan diri
Jika gosip itu menyangkut diri Anda, cobalah tengok gaya Anda belakangan ini. Mungkin saja Anda mendapatkan warisan. Tapi, orang lain, terutama di kantor, kan tidak mengetahuinya. Biasakan juga cermat dalam meneliti aliran masuk dan keluar keuangan Anda. Sehingga, bila ada tuduhan miring, Anda selalu siap dengan data yang akurat.
[Dari femina 32 / 2008]

P R I N T
|
|
|