HOME | NARASUMBER | KISAH SUKSES | PESERTA BAZAR | ACARA


Peserta membeludak, para pembicara dibanjiri pertanyaan. Sebuah indikasi, wanita kini makin tertarik berbisnis franchise.


Ada semangat berbeda di Mawar Conference Room, Balai Kartini, Jakarta, pada Sabtu, 21 April lalu. Warna oranye mendominasi setiap sudut ruangan. Hari itu femina memang menggelar Talk Show & Bazar Hari Kartini 2007, yang mengambil tema ’Bisnis Franchise untuk Wanita’, hasil kerja sama antara femina dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang didukung pula oleh Dapur Cokelat, Radio Female, Radio U FM, Newline Floral Education Centre, dan Balai Kartini.

ANTUSIASE PESERTA
Diawali oleh coffee break, acara kemudian dibuka dengan sambutan dari Senior Vice President / COO Femina Group, Svida Alisjahbana. Sesi pertama dimulai dengan penjelasan dari Amir Karamoy (konsultan franchise dan lisensi) tentang
franchise
, dari A sampai Z.

Di Indonesia, Amir memandang, pertumbuhan franchise lokal dan franchise asing, relatif baik. Rata-rata pertumbuhan 8% dan 12% per tahun. Meski demikian, franchise lokal memiliki kelemahan; sistem yang belum teruji, tingkat kegagalan yang tinggi, sumber daya manusia (SDM) yang lemah, hingga perekrutan franchisee yang tak selektif. Berbeda dari franchise asing, yang memiliki konsep teruji dan tingkat kegagalan relatif rendah.

Berdasarkan pengamatannya, bisnis franchise memang paling cocok dijalankan wanita. Amir menilai, ini berhubungan dengan beberapa sifat dasar wanita, antara lain cenderung patuh pada aturan, lebih berhati-hati dalam melangkah, dan luwes bernegosiasi.

TANYA JAWAB SERU
Rhenald Kasali, pakar marketing favorit para ibu, tampil sebagai pembicara kedua. Dengan gaya bicara yang komunikatif dan memikat, suasana talk show hari itu jadi makin hidup. Lewat serangkaian tes singkat, ia mengajak peserta untuk mengenal karakter masing-masing. Sempat terjadi kegaduhan saat Rhenald meminta para peserta berpindah tempat duduk. ”Anda yang tergolong reptilia, silakan duduk di barisan sebelah kanan. Anda yang mamalia, silakan duduk di barisan kiri,” kata Rhenald.

Reptilia dan mamalia, menurut Rhenald, adalah cerminan dua golongan utama karakter seseorang. Dengan kelemahan dan kekuatan masing-masing, memiliki peluang yang sama untuk bisa berhasil dalam berbisnis. Namun, yang penting adalah kemauan dan keberanian untuk melakukan perubahan, demi kemajuan diri sendiri, khususnya cara berpikir.

Saat break makan siang, para peserta berbincang-bincang secara langsung dengan Amir dan Rhenald. Mereka langsung memberondong dengan banyak sekali pertanyaan. Rhenald juga sempat mengadakan sesi penandatanganan bukunya, Re-code Your Change DNA.

BELAJAR DARI WANITA SUKSES
Yang namanya usaha, tentunya memerlukan modal. Lalu, bagaimana jika Anda tak punya cukup modal untuk usaha? Karsanto, General Manager BNI, memberikan solusi, dengan memberikan penawaran kredit UKM (Usaha Kecil Menengah), dengan proses cepat yang hanya 3 hari sejak dokumen lengkap. Mulai dari kredit BNI Wirausaha, BNI Usaha Berkembang, hingga BNI Usaha Maju. Hal ini merupakan wujud kepedulian BNI terhadap kemajuan UKM di Indonesia.

Sesudah mendapatkan sejumlah strategi dari pakar, para peserta mendapat kesempatan untuk mendengarkan kisah empat wanita yang sukses berbisnis franchise. Annie Baskoro (franchisor Taman Sari Royal Heritage Spa), Velly Kristanti (franchisor Klenger Burger), Mayadewi Hartarto (franchisee Esmod), dan Fransiska Stefanie (franchisee Alfamart), blakblakan membagi rahasia sukses mereka. Diskusi panel ini dipandu langsung oleh Petty S. Fatimah, Pemimpin Redaksi femina, yang bertindak sebagai moderator.

Para wanita pengusaha ini telah membuktikan bahwa dengan keberanian, ketekunan, dan komitmen yang tinggi, mereka bisa sukses menjalankan bisnisnya.