

|
Ajukan
masalah Uang & Belanja Anda. Pertanyaan dijawab oleh
Lilis Setiadi, Konsultan Finansial Femina.

|

|
|

|
Investasi untuk 3 tahun

Tanya: Kira-kira produk investasi apa yang cocok jika saya ingin berinvestasi untuk jangka pendek, sekitar 2-3 tahun? (Rita, Surabaya)

Jawab: 2-3 tahun termasuk dalam jangka waktu menengah. Pilihan investasi yang optimal untuk jangka waktu ini adalah jenis investasi yang dapat memberikan potensi return lebih tinggi dibandingkan instrumen jangka pendek (seperti deposito). Tetapi tentunya juga memiliki profil risiko yang lebih tinggi dibandingkan instrumen jangka pendek. Artinya, fluktuasi ataupun volatilitas jangka pendek dapat terjadi, tetapi seharusnya tidak menjadi masalah apabila memang pundi-pundi dananya sendiri memang tidak dibutuhkan untuk likuiditas jangka pendek. Instrumen yang lebih memiliki karakter di atas contohnya ORI, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran (jenis yang memiliki komponen saham dan pendapatan tetap).
|

|
Faktor Eksternal yang Memengaruhi Nilai Saham

Tanya: Apa sajakah faktor eksternal yang dapat mempengaruhi nilai saham? (Tia - Jakarta)

Jawab: Saham selalu dinilai sebagai instrumen yang berisiko tinggi. Itu disebabkan karena banyaknya faktor yang dapat memengaruhi kinerja saham itu sendiri, baik faktor domestik maupun regional atau global. Contoh faktor domestik adalah tingkat inflasi, tingkat suku bunga, pertumbuhan ekonomi Indonesia, kestabilan mata uang, cadangan devisa, stabilitas politik dan peraturan-peraturan yang ada di berbagai sektor. Sedangkan contoh faktor regional atau global adalah harga minyak dunia, tingkat suku bunga negara lain (misalnya suku bunga Amerika), inflasi dan tingkat pertumbuhan ekonomi dunia, dan sebagainya. Selain faktor fundamental yang disebutkan, jangan lupa bahwa faktor teknikal (perbandingan supply vs demand, tingkat likuiditas dari pasar saham) juga sangat berperan dalam pergolakan harga saham.
|

|
|

|


|
 Harta Warisan, Untuk Apa?

Mendapat harta warisan sering diibaratkan mendapat lotere. Terasa menggoda untuk dihambur-hamburkan. Padahal, harta warisan juga harus dikelola dengan baik.
1. Pilih investasi jangka panjang, supaya lebih sulit diutak-utik dan terhindar dari godaan membelanjakannya.
2. Tanamkan pikiran bahwa harta warisan yang Anda terima setidaknya harus sama besar dengan harta warisan yang akan Anda tinggalkan kelak, kalau bisa lebih besar. Dengan begitu, fokus Anda lebih mengarah pada pengembangannya, dan bukan pada usaha penghamburannya.
3. Kalau perlu, langsung alih namakan warisan tersebut ke nama orang lain, misalnya nama anak Anda. Anda akan berpikir dua-tiga kali untuk menjualnya, karena ada rasa segan ‘mengambil kembali’ harta tersebut.
|

|

|

|

|
| |
Tip Lainnya » |
|

|
|

|
|
|

|
|

|

|
|